Pages

Sunday, May 15, 2016

nasihat kepada akhawat muslimah (II)

assalamualaikum, bismillah.

it's 8.57 now. and it's sunday everbodeyh! haha. tapi sat lagi pukul 1015 ada lagi tutorial heh :)

for the past few days, cuaca cantik sangat dekat Cork ni, Alhamdulillah. panas dia, hang pakai selapis je baju dan tak payah pakai sweater. bukak tingkap bilik, mandi air sejuk. kiki. tapi sayu bila menikmatinya dari tingkap bilik la kadang2 tu en.. takpe sikit lagi..hang in there Huda..

sikit lagi nak habis exam, tapi lambat-sebulan lagi nak balik Malaysia. apa aku teringat2 dan nak sekarang hanya Malaysia je. lol. tapi buat elective pula dekat sini, tapi tak ada benda pun nak dikesalkan, bertabahlah sikit. dan kalau ada satu benda yang aku kesalkan, seriously...adalah ni ;

'huda nak ikut tak pergi umrah?'
'umi,, mestilah naaaaak! bila tu?'
'30 May ni, tapi tak balik lagi kan?'
'Noooooooooooo T___T'

*  *  *  *   *  *

anyway aku sambunglah habiskan siri nasihat untuk akhawat muslimah sebelum tergendala dan ada banyak lagi benda aku nak tulis. to keep the mind flows...

Kewajipan ketiga mereka adalah memerhatikan perbaikan anggota keluarga, saudara-saudara lelaki, saudara-saudara perempuan mereka. Perhatian kepada mereka dalam hal ini harus lebih besar ketimbang perhatian kepada orang lain. Adapun akhawat kita yang telah dikarunia cucu, sepertinya Allah telah memberi mereka kertas-kertas ujian. Jika gagal dalam ujian ini, dan tidak berhasil mendapatkan tingkat kesuksesan yang seharusnya maka kertas-kertas ujian yang lainnya tidak akan bisa dilewatinya dengan baik. Karena, anak-anak dan cucu adalah orang-orang pertama kali berhak mendapat perhatian mereka. Mereka harus memerhatikan keislaman anak cucu tersebut dengan memberikan tarbiyah tentang agama dan akhlak. 

Diantara kewajipan akhawat kita yang telah menikah adalah berusaha mengarahkan suami-suami mereka ke jalan yang benar, atau membantu mereka dalam menempuh jalan kebenaran jika mereka tengah menempuhnya. Setiap remaja muslimah , dengan tetap menjaga adab dan menghormati aturan,  harus menyampaikan kalimat kebenaran kepada bapa dan ibunya. Minimal ia bisa menyampaikan kepada keduanya isi buku yang mengajak kepada kebenaran dan menganjurkan amal.

Kewajiban yang terakhir adalah dengan menyampaikan ilmu agama kepada wanita-wanita yang ada di sekitarnya pada waktu-waktu luang setelah melakukan tugas-tugas rumah tangga. Mereka harus mengajari anak-anak tentang dasar-dasar Islam dan ajaran-ajaran yang utama. Mengajari agama kepada wanita-wanita awam dan menghadiahi buku-buku kepada wanita terpelajar. Mereka juga harus mengadakan pertemuan-pertemuan wanita untuk membahas agama, atau membaca beberapa buku agama, jika tidak bisa berceramah. Intinya, mereka harus bekerja dengan jalan apa saja yang memungkinkan dan berusaha keras untuk menghapuskan kebodohan dan jahiliyah dari kaum wanita.

Ada kewajipan lain yang harus dilakukan oleh wanita-wanita terpelajar secara khusus dan kewajipan ini memiliki urgensi tersendiri di dalam kondisi sekarang ; iaitu kewajipan menghadapi arus besar dari kesesatan, dekadansi (penurunan) moral dan pemikiran yang memengaruhi kalangan wanita yang terpengaruh oleh budaya barat, Wanita-wanita yang sesat dan menyesatkan ini memanfaatkan semua sarana yang dimiliki pemerintah.

Karena itu, akhawat yang terpelajar tidak boleh menyerahkan kewajipan ini kepada kaum laki-laki sahaja. Karena, jika kaum laki-laki yang mengingatkan wanita-wanita liberal tentang bahaya arus kesesatan ini, dan akibat-akibatnya yang buruk pasti para provokator dan penyesat kaum wanita akan berteriak ' sesungguhnya bapak-bapak itu hanya ingin memperbudak kaum wanita dan memperkuat dominasi mereka atas wanita' Mereka tidak ingin kaum wanita keluar dari tembok-tembok rumah, menghirup udara kebebasan dan melihat cahaya.

Karena itu, kita sangat memerlukan bantuan akhawat untuk menghadapi fitnah. (.)

*  *  *  *  *

wish to elaborate more, tapi point macam dah cukup jelas. Tapi still kena tengok juga setting masa dan waktu.. but if i am about to summarise it : akhawat ni kena 'bekerja' dan 'keluar' cari ilmu, bina manusia, didik masyarakat. and this is serious matter. huhu walaupun adalah few points yang belum relevan, we can get the picture..

taknak lah buat kupasan buku dengan menulis. tak best. tak feel sangat. kuikuikui. 

off

2 comments:

suraya0809 said...

ana terbayang kak huda tengah bagi nasihat live macam kat sekolah. I can imagine that. dengan gaya tersendiri, body language dia, mata nya. hew hew.

Khalilah Alhuda said...

ohmyy jangan bayangkan. *memalukan* haha